Kisah Thariq bin Ziyad Sang Penakluk Andalusia

by

gpuser

March 31, 2025

Thariq bin Ziyad
Ilustrasi: Thariq bin Ziyad Foto: Google/Kompasiana

Thariq bin Ziyad merupakan panglima besar dalam Islam yang terkenal terutama mengenai kisahnya dalam memimpin pasukan saat menaklukkan Andalusia. Dia merupakan prajurit dari kekhalifahan Bani Umayyah. Bersama dengan Musa bin Umair, Thariq berhasil menguasai Andalusia.

Thariq bin Ziyad lahir pada tahu  50 H/670 M di Kota Kenchela, Aljazair. Orang tuanya kemudian membawanya ke Maroko dan dia tumbuh besar di sana.

Thariq dikenal sebagai pemimpin yang ahli penunggang kuda, sangat pemberani, badannya sangat kuat, warna kulitnya sawo matang dan kedua bibirnya tebal. Dia juga lihai dalam berpidato, hal ini terbukti dengan pidatonya sesaat sesudah pasukannya mendarat di Andalusia. Pidato Thariq tersebut menjadi sangat populer dan legendaris.

Sebelum ditaklukkan oleh pasukan Islam, Andalusia dipimpin oleh raja yang diktator Roderick. Para penduduk banyak mengalami kemiskinan akibat sistem pajak yang diberlakukan oleh Roderick.

Raja Julian dari Ceuta meminta Gubernur Musa bin Umair untuk membebaskan Andalusia dari kemiskinan dan keserakahan Roderick. Musa bin Nushair kemudian mengangkat Thariq bin Ziyad sebagai panglima perang untuk misi penaklukkan Andalusia. Pasukan Islam yang dipimpin Thariq terdiri dari 12.000 prajurit dan mayoritas anggotanya berasal dari orang-orang Barbar.

Thariq bin Ziyad bermimpin bertemu Rasulullah sebelum pertempuran dimulai. Dalam mimpinya Rasulullah berkata “Jangan gentar wahai Thariq. Sempurnakanlah apa yang telah Allah takdirkan untuk kau lakukan”. Mimpi itu membuat Thariq yakin dengan kemenangan pasukannya.

Dalam perjalanannya menuju Spanyol, dia berhenti di sebuah lereng gunung yang di kemudian hari gunung tersebut terkenal dengan nama Jabal At Thariq. Di samping itu, ada juga sebuah selat yang terletak di
laut tengah di samudera atlantik yang diberi nama selat Jabal At Thariq. Sebelum peperangan dimulai, Thariq bin Ziyad memerintahkan agar semua perahu-perahu milik pasukan Islam supaya dibakar.

Dia berpidato di hadapan pasukan, “Wahai saudara-saudaraku, ke mana lagi kalian akan melarikan diri? D belakang kalian adalah laut dan di depan kalian adalah musuh. Demi Allah, yang wajib dilakukan oleh kalian sekarang adalah bersabar dan bersungguh-sungguh. Saya tidak menakut-nakuti kalian dengan sesuatu yang saya juga tidak bisa menyelamatkan diri. Ketahuilah, jika kalian mampu bersabar dalam menghadapi kesulitan yang sebentar ini, kalian pasti akan merasakan nikmat lagi menyenangkan untuk selama-lamanya. Ketika nanti dua pasukan saling bertempur, saya akan berusaha untuk mengalahkan seseorang yang menzhalimi kaumnya yaitu raja Rodric, Mari kita bersama-sama memeranginya dengan izin Allah.

Raja Spanyol yang bernama Rodric terbunuh dan kota Asybilia akhirnya bisa dikuasai. Setelah itu, Thariq bin Ziyad mengirim sebuah pasukan untuk menaklukkan Cordoba dan Malca. Pasukan Islam kemudian menguasai Toledo yang merupakan ibukota Andalusia. Thariq ibnu Ziyad bersama pasukannya kemudian menuju ke arah utara melewati lembah bebatuan dan sebuah lembah yang kemudian terkenal dengan lembah Thariq.

Thariq bin Ziyad pernah diberhentikan dari jabatannya sebagai komandan pasukan oleh Musa bin Nushair karena dianggap terlalu jauh melakukan penaklukan tanpa seizinnya. Musa bin Nushair juga menganggapnya terlalu berani melakukan petualangan dengan pasukan yang ada di bawah pimpinannya. Akan tetapi, khalifah Walid bin Abdul Malik mengangkat-nya kembali sebagai komandan pasukan dan mendamaikan di antara keduanya.

Setelah Thariq bin Ziyad diangkat kembali sebagai komandan perang, dia mulai kembali melakukan serangkaian serangan. Pasukan yang ia pimpin berhasil sampai ke Toledo di bagian timur dan sumber mata
air sungai Tajah. Thariq bin Ziyad meminta bantuan kepada Musa bin Nushair dan keduanya berhasil menaklukkan Zaragoza. Thariq bin Ziyad berhasil menguasai Tortosyah, Valencia, Syatiba dan Dania.

Pada tahun 720 M, Thariq bin Ziyad wafat di Damaskus.

Baca juga: Khutbah Idulfitri di Istiqlal: Puasa Mabrur Akan Membawa Indonesia Maju

 

____

  1. Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah. Judul Asli: Uzhamaa`u Al-Islam ‘Abra Arba’ah ‘Asyra Qarnan Min Az-Zamaan (SYAIKH MUHAMMAD SA’ID MURSI)
  2. Panglima Muslim Penakluk Negeri Thariq bin Ziyad (Nelfi Syafrina)